MODS
LATAR BELAKANG
Mods adalah subkultur yang berasal dari London,Britania Raya pada akhir 1950an dan memuncak pada awal sampai pertengahan 1960an. Elemen yang paling mencolok dari subkultur mod sebagai atribut dan identitasnya termasuk: fashion (terutama setelan buatan penjahit pro);musik pop termasuk afro-american soul,jamaican ska,dan british beat music dan R&B; skuter motor italia. Skena mod asli juga diasosiasikan dengan media rekreasi berupa substansi biokimia seperti amphetamine yang memotori pesta dansa sepanjang malam di klub klub inggris. Dari pertengahan sampai akhir 1960an dan seterusnya, media massa sering menggunakan istilah MOD dalam makna yang lebih luas untuk menjelaskan apapun yang dipercayai sebagai populer,fashionable dan modern.
Kemudian terjadi mod revival di britania raya pada akhir 1970, yang diikuti revival di amerika utara pada awal 1980an. terutama di kalifornia selatan.
Dick Hebdige mengklaim bahwa nenek moyang dari subkultur mod “nampaknya adalah segerombolan kelas pekerja yang rapi, kemungkinan turunan dari pengikut gaya Italinite( fashion ). Mary Anne Long tidak sependapat, menyatakan bahwa ” pendahulu dan teorist kontemporer merujuk pada Kelas pekerja menengah keatas Yahudi di Ujung timur London dan daerah suburbannya. Sosiologis Simon Frith menegaskan bahwa subkultur mod mempunyai akar pada kultur bar kopi beatnik/hippie, yang melayani siswa sekolah seni dalam skena bohemian radikal di London. Steve Sparks, yang mengklaim sebagai mod original, sependapat bahwa sebelum mod dikomersialisasi, ia adalah secara essensial adalah perpanjangan dari kultur beatnik/hippie: “Ia berasal dari ‘modernist’, berhubungan dengan modern jazz dan Sartre(filsuf perancis awal abad 20)” dan eksistensialisme. Sparks berargumen bahwa “Mod telah banyak disalahkaprakan… sebagai pendahulu skinhead yang kelas pekerja dan pengendara skuter.
Bar kopi dulunya sangat menarik perhatian muda mudi, karena kontras dengan pub pada umumnya di britania raya, yang tutup pada jam 11 malam, bar kopi buka dari jam jam awal sampai pagi. Bar kopi juga mempunyai jukebox, yang pada beberapa kasus menyediakan ruang dalam mesinnya untuk rekaman sendiri para siswa. Pada akhir 1950an, bar kopi diasosiasikan dengan jazz dan blues, namun pada awal 1960an, mereka mulai memainkan musik R&B. Frith mencatat bahwa walaupun bar kopi awalnya membidik para siswa sekolah seni kelas menengah, mereka mulai memfasilitasi
campuran pemuda dari berbagai latar belakang dan kelas. Pada venue ini, yang Frith sebut sebagai ” awal pergerakan pemuda”, pemuda akan bertemu kolektor rekaman R&B dan blues, yang mengenalkan mereka pada jenis baru musik afro-amerika, yang yang mana para remaja sukai karena kementahannya dan keotentikannya. Mereka juga menonton film seni Italia dan Perancis dan membaca majalah Italia untuk mencari ide mode. Menurut Hebdige, subkultur mod secara bertahap mengakumulasi simbol identitas yang nantinya diasosiasikan dengan skena ini,seperti skuter, pil amphetamine dan musik.
ETIMOLOGI
Mods, berasal dari arti kata modern dan kaum yang menganut gaya hidup yang dianggap modern pada waktu itu disebut modernist,jadi bisa dibilang MODS adalah para Modernist atau pembaharu.Istilah mods ini digunakan pada 1950an untuk mendeskripsikan musisi jazz modern dan penggemarnya. Penggunaan ini kontras dengan istilah trad, yang mendeskripsikan musisi jazz tradisional dan penggemarnya. Novel Absolute Beginners oleh Colin MacInnes pada tahun 1959 diceritakan sebagai penggemar muda modern jazz yang berpakaian dalam gaya Italia modern yang kental. Absolute Beginners mungkin menjadi salah satu dari contoh tertulis paling awal dari istilah modernist yang digunakan untuk mendeskripsikan Penggemar modern jazz inggris yang sadar-mode. Kata modernist dalam kaidah ini tidak bisa disamakan penggunaannya dengan modernism pada konteks literatur, seni, desain dan arsitektur.
FASHION
Jobling dan Crowley menyebut subkultur mod sebagai ” sekte yang terobsesi fashion dan hedonis dari hyper cool/maha keren. Sebagai kaum yang berasal dari latar belakang golongan menengah ke atas, kaum mods dikenal memiliki kesadaran yang tinggi akan fashion style. Mereka mencari berbagai gaya terupdate yang bisa dipakai sebagai identitas. Termasuk memodifikasi gaya berpakaian teddy boys yang ketika itu dijadikan panutan terutama kaum rockers di Inggris dan kemudian menemukan gaya berpakaian mereka sendiri yang diistilahkan sebagai neoitalian style.
Para Mod boys menghabiskan uang mereka agar mereka bisa tampil se-dandy mungkin. Mengendarai scooter adalah salah satu point penting yang jadi bagian dari wardrobe mereka juga. Dan para Mod girls juga begitu walau mereka tidak harus memiliki scooter. Para mods selalu mempunyai gaya yang rapi, bersih, dan simple dan boyish look buat para wanita. Mod girls mengenakan baju dengan garis yang sedikit maskulin dan memotong rambut mereka sangat pendek, sementara itu para Mod boys mengenakan make-up dan terkadang membawa handbags juga. Saat itu para wanita tidak kelihatan sebagai seks objek, mereka hanya “part of the gang” bersama para cowoknya. Mod girls, di era itu kalau mempunyai pacar seorang mod, harus rela berjam-jam menunggu mereka berdandan atau bahkan harus me-roll rambut mrk dan mendandani mereka.
Lebih lengkapnya, berdasarkan fenomenal yang orisinil dari Mod terbagi atas empat aliran subkultural, yaitu :
1. The Art school or high camp version : mengeksplorasi image baru dari gaya cowok yang jauh dari kecanggungan dan maskulinitas, mereka sangat bersolek dan sering memakai make-up dan membawa handbags.
2. Mainstream mods : mereka mengenakan suit atau setelan yang rapi dan bersih, jas dan celana lurus, pointed shoes biasanya Ben Sherman, ditemani oleh cewek dengan rambut pendek atau bob(dengan ikon penyanyi seperti Dusty Springfield dan model Twiggy), berkeliling ke club-club memamerkan busana mereka dan menunjukkan gaya dansa baru.
3. Scooter boys : mereka mengenakan suit dan coat/parka pada malam hari, jeans lebar dan sepatu canvas. Tidak ketinggalan scooter Itali mereka yang di kelas pekerja sudah seperti sebuah sport-car.
4. Hard mods : mengenakan sported jeans dengan bottom strata, dan memakai boot khususnya Doc Marten karena kenyamanan bantalan udara pada solnya. Dari sinilah berasalnya skinheads diakhir tahun 60an.
Mods juga dikenal karena identik dengan lambang lingkaran (target) berwarna biru, merah dan putih. Lambang ini sebenarnya diambil dari emblem identitas Royal Air Force (RAF), Angkatan Udara Inggris. Secara historis, lambang ini pun tidak sepenuhnya berasal dari RAF, melainkan justru terinspirasi dari bendera Prancis (perhatikan saja pilihan warna lingkaran tersebut). Berawal dari Perang Dunia I, di mana lambang Union Jack Inggris yang terdapat pada sisi pesawat mereka sekilas tampak sama dengan lambang salib Jerman, musuh mereka. Sehingga dipandang perlu untuk memakai lambang lain untuk menghindari insiden salah tembak.
Lambang ini kemudian menjelma menjadi bagian dari pop art ketika pelukis Jasper Jhons mengangkatnya sebagai tema lukisan. Lukisan target inilah yang kemudian dipakai oleh The Who dalam berbagai tema fashion mereka, sehingga kemudian dibaptis sebagai salah satu lambang identitas kaum mods. Penggunaan lambang ini oleh The Who salah satunya lebih dikarenakan strategi untuk mengangkat pride sebagai warga negara Inggris. Oleh karena itu lambang ini pun sering digunakan bersama–sama dengan bendera Union Jack.
MUSIK DAN KLUB MALAM
Mods asli berkumpul di semua-klub malam seperti The Twenties Roaring, The Scene, La diskotik, The Flamingo dan The Marquee di London untuk mendengarkan rekaman terbaru dan untuk memamerkan pakaian mereka dan berdansa.Ketika Mod menyebar di Inggris, klub-klub lain menjadi populer seperti Twisted Wheel Club di Manchester . Mereka mulai mendengarkan “jazz modern yang lebih halus dan rumit ” dari Dave Brubeck dan Modern Jazz Quartet. ” Mereka enjadi” … terobsesi pakaian , keren, [dan] berdedikasi untuk R & B dan dansa mereka sendiri. ” Prajurit Amerika kulit hitam,yang ditempatkan di Inggris selama Perang Dingin, juga membawa rythm and blues dan rekaman Soul yang tidak tersedia di Inggris, dan mereka sering menjual ini untuk orang-orang muda di London. Walaupun The Beatles berpakaian “mod” pada tahun-tahun awal mereka, musik beat mereka tidak populer di kalangan mods, yang cenderung lebih suka band berbasis R & B seperti Small Faces, The Kinks, The Yardbirds dan. khususnya The Who.
Pengaruh surat kabar Inggris pada penciptaan persepsi publik mods sebagai memiliki gaya hidup mewah dan clubgoing dapat dilihat dalam artikel 1964 di Sunday Times. Koran ini mewawancarai mod 17 tahun yang pergi keluar clubbing tujuh malam dalam seminggu dan menghabiskan Sabtu sore berbelanja untuk pakaian dan rekaman. Namun, beberapa remaja Inggris dan dewasa muda akan memiliki waktu dan uang untuk menghabiskan waktu berlebih ini pergi ke klub malam. Jobling dan Crowley berpendapat bahwa kebanyakan mods muda bekerja 9-5 jam pada lapangan kerja semi-skilled, yang berarti bahwa mereka memiliki waktu luang jauh lebih sedikit dan hanya pendapatan yang sederhana untuk dihabiskan selama waktu libur mereka.
SKUTER
Banyak mods menggunakan skuter motor untuk transportasi, biasanya Vespa atau Lambretta. Skuter telah menyediakan transportasi murah selama puluhan tahun sebelum perkembangan subkultur mod, tapi mods eksis dalam cara mereka memperlakukan kendaraan sebagai aksesori fashion. skuter Italia lebih disukai karena kerapiannya mereka, bentuk melengkung dan krom berkilau. Untuk mods muda, skuter Italia adalah “perwujudan gaya kontinental dan cara untuk melarikan diri dari rumah-baris kelas pekerja orang tua mereka”. Mereka memodifikasi skuter mereka dengan cat dalam “Two Tone dan candyflake dan asesoris berlebih dengan rak bagasi, crash bar, dan sejumlah cermin dan lampu kabut”, dan mereka sering menempatkan nama mereka kaca kecil depan . Panel samping mesin dan bemper depan dibawa ke bengkel plating listrik lokal dan direstorasi dengan krom yang sangat memantul.
Skuter juga suatu bentuk transportasi praktis dan mudah diakses untuk remaja tahun 1960-an. Pada awal 1960-an, angkutan umum berhenti relatif dini hari, dan skuter yang dimiliki mods diizinkan tinggal di luar sepanjang malam di klub dansa. Untuk menjaga pakaian mahal mereka bersih dan tetap hangat sementara berkendara, mods sering memakai parka tentara panjang. Untuk remaja dengan pekerjaan bergaji rendah, skuter lebih murah daripada mobil, dan mereka bisa dibeli pada rencana pembayaran krdit . Setelah hukum yang telah disahkan membutuhkan setidaknya satu cermin dilampirkan pada setiap motor, mods dikenal untuk menambahkan empat, sepuluh, atau sebanyak 30 cermin untuk skuter mereka. Sampul album The Who Quadrophenia, (yang mencakup tema-tema yang berkaitan dengan mods dan rock), menggambarkan seorang pemuda pada Vespa GS dengan empat cermin terpasang.
Setelah perkelahian pantai resor, media mulai skuter Italia mengasosiasikan citra mods dengan kekerasan. Ketika kelompok mods menaiki skuter mereka bersama, media mulai melihatnya sebagai “simbol mengancam solidaritas kelompok” yang “diubah menjadi senjata”. Dengan kejadian seperti serangan skuter November 6, 1966, di Istana Buckingham. Skuter , bersama dengan rambut pendek mods dan setelan jasnya, mulai dianggap sebagai simbol perlawanan. Setelah kerusuhan pantai tahun 1964 hard mods (yang kemudian berkembang menjadi skinhead) mulai naik skuter lebih untuk alasan praktis . Skuter mereka baik tidak dimodifikasi atau ditrondoli, dan dijuluki sebagai “skelly” Lambretta dipotong dengan frame kosong, dan desain unibody (monocoque) Vespa panel bodi mereka dilangsingkan dan dibentuk kembali.
KONFLIK MODS DAN ROCKERS
Sesaat setelah kultur Teddy Boys atau rockabilly pudar di awal 1960an, dia digantikan dengan dua subkultur baru yaitu Mods dan Rockers. Ketika Mods nampak seperti gaya banci, kaku, meniru kelas menengah, bersemangat terhadap kompetisi kecanggihan, sombong dan paslu.Rockers lebih terlihat naif setengah mati, jelek dan rusuh, meniru persona pemimpin gang motor dari Marlon Bando dari film The Wild One dengan memakai jaket kulit dan berkendara motor. Dick Hebdige menyatakan bahwa mods menolak konsepsi mentah roker terhadap maskulinitas, kepolosan motivasinya, kecerobohannya; rockers melihat obsesi dan keangkuhan dari pakaian mods sebagai kurang maskulin.
Sebenarnya Rockers dan Mods menurut perdebatan para sosiologis sangat jarang kontak karena perbedaan wilayah hunian mereka di Inggris(Mods dari London dan rockers dari daerah yang lebih rural) dan karena karena mereka mempunyai gaya hidup dan tujuan yang sangat berbeda.Namun etnografis inggris Mark Gilman menyatakan bahwa keduanya sangat mudah bertemu di pertandingan sepakbola.
Yang tidak bisa dilupakan adalah perkelahian besar antara anak Mods dan Rocker di tahun 1964. Kejadiannya bertepatan dengan Bank Holiday yang merupakan hari libur nasional Inggris. Hari itu, perkelahian kedua geng ini terjadi di beberapa titik. Mulai dari Pantai Brighton, Margate, Hasting dan Clacton.Mulailah perseteruan ini menjadi kepanikan moral di inggris.
Kemunduran dan cabangnya
Pada musim panas tahun 1966, skena mod berada dalam kemunduran tajam. Dick Hebdige berpendapat bahwa subkultur mod kehilangan vitalitasnya ketika menjadi dikomersialisasikan, dibuat-buat dan dipergaya ke titik bahwa gaya pakaian mod baru diciptakan “dari atas” oleh perusahaan pakaian dan acara TV seperti Steady Go Ready! Daripada dikembangkan oleh orang-orang muda yang memodifikasi pakaian dan mode yang berbeda dan dipadupadankan.
Ketika psychedelic rock dan subkultur hippie tumbuh lebih populer di Inggris, banyak orang berlalu jauh dari skena mod. Band-band seperti The Who dan Small Faces telah mengubah gaya musik mereka dan tidak lagi menganggap diri mereka mods. Faktor lainnya adalah bahwa mods asli awal 1960-an telah masuk ke usia perkawinan dan membesarkan anak, yang berarti bahwa mereka tidak lagi memiliki waktu atau uang untuk kegiatan pengisi waktu muda mereka dari dugem, belanja rekaman dan demonstrasi skuter. Merak atau sayap fashion budaya mod berkembang menjadi skena London swing dan gaya hippie, yang menyukai kontemplasi lembut berbau ganja, ide-ide esoteris dan estetika, yang sangat kontras dengan energi hingar-bingar dari etos mod.
Hard Mods dari pertengahan sampai akhir 1960-an akhirnya berubah menjadi skinhead .Banyak dari hard mods tinggal di daerah ekonomi tertekan yang sama di London Selatan dengan imigran West Indian, dan mereka para mods meniru gaya rude boy dengan tampilan topi pork-pie dan Levis jeans cekak. Calon ‘White Negros’” ini mendengarkan ska Jamaika dan bergaul dengan rude boy kulit hitam di klub malam West Indian seperti Ram Jam, A-Train dan Sloopy’s.
Dick Hebdige menyatakan bahwa Hard Mods tertarik pada budaya hitam dan musik ska sebagian karena musik gerakan hippie terpelajar kelas menengah dan berorientasi narkoba dan intelektual tidak memiliki relevansi bagi mereka. Dia berpendapat bahwa hard mods juga tertarik ska karena ia adalah musik yang mengandung misteri, bawah tanah, non-komersial yang disebarluaskan melalui jalur informal seperti pesta rumah dan klub. skinhead awal juga suka soul, rocksteady dan reggae awal..
Kebangkitan dan evolusi
Sebuah kebangkitan mod dimulai pada akhir 1970-an di Inggris Raya, dengan ribuan mods menghadiri rapat umum skuter di tempat-tempat seperti Scarborough dan Isle of Wight. Kebangkitan ini sebagian terinspirasi oleh film tahun 1979 Quadrophenia dan oleh band mod-influenced seperti The Jam terutama saat pentas mereka di Great British Music Festival yang digelar di Wembley pada tahun 1978, Secret Affair, Purple Hearts dan The Chords. Banyak band mod revival dipengaruhi oleh energi punk rock Inggris dan New Wave music. Kebangkitan Inggris diikuti oleh kebangkitan mod di Amerika Utara pada awal tahun 1980, khususnya di California Selatan, yang dipimpin oleh band-band seperti The Untouchable. skena mod di Los Angeles dan Orange County sebagian dipengaruhi oleh 2 Tone ska revival di Inggris, dan karena unik dalam keragaman ras, dengan peserta hitam, putih, Hispanik dan Asia. Skena Britpop 1990an menampakkan pengaruh mod yang nyata pada band-band seperti Oasis, Blur, Ocean Colour Scene dan The Verve.
Mods pada era akhir 70an juga mulai mengalami evolusi gaya dan tampilan menjadi Football Casual seiring munculnya skena postpunk dengan band - band pionir seperti Gang Of Four,Joy Division,Magazine,The Buzzcocks,The Jam dan Echo And Bunnymen dan novel Awaydays karangan Kevin Sampson di akhir 1979an . Yang dulunya sepatu kulit sangat wajib bagi mods,kemudian di era 80an terjadi sneaker booming,ketika sepatu - sepatu sneaker tennis menjadi pilihan bagi para mods modern yaitu adidas dan puma.Polo Shirt juga masih menjadi pakaian umum namun tak lagi wajib, potongan rapi kemudian berubah menjadi potongan rambut hitler youth atau Wedge look terima kasih kepada para football fans di liverpool .Jeans cekak Lois masih menjadi pilihan dipadu dengan kaus kaki putih dan pod shoes maupun sneaker tennis.Jaket trainer Adidas dan Puma pun menjadi alternatif pengganti parka.
Soundtrack para Mods atau kini Casuals pun bergeser dari R&B dan Soul menjadi Post-Punk,New Wave,New Romantics ,Electro kemudian bercabang ke post-punk yang bernuansa gothic( yang melahirkan subkultur baru yaitu Goth dan klubnya yang terkenal yaitu Batcave).
literatur dan film
#Quadrophenia (1979) - film
#Awaydays(1979) - Buku Novel
# Barnes, Richard.Mods!, Eel Pie (1979), ISBN 0-85965-173-8
# Cohen, S. (1972 ). Folk Devils and Moral Panics: The Creation of Mods and Rockers
# MacInnes, Colin. Absolute Beginners
# Newton, Francis. The Jazz cene,
# Rawlings, Terry. Mod: A Very British Phenomenon
# Scala, Mim. Diary Of A Teddy Boy. Sitric (2000), ISBN 0-7472- 7068-6
# Verguren, Enamel . This Is a Modern Life: The 1980s London Mod Scene, Enamel Verguren. Helter Skelter (2004)